Iklan Bawaslu

Samsul Anak Berprestasi di Tim Panjat Tebing Mahameru Climbing Club (MCC) Indramayu, Kini Putus Sekolah

0 61

 


Indramayu, delikinfo.com— Samsul Rahmadan (15) tahun warga Kelurahan Lemahmekar Kecamatan Indramayu Jalan Samsu Blok Bong RT.01 RW.08 Kabupaten Indramayu, anak yang berprestasi di panjat tebing Mahameru Climbing Club (MCC) Indramayu sebagai juara 2 yang menjuarai tingkat SMP se- Maja Kuning , (Cirebon, Kuningan, Majalengka).

Akan tetapi sejak menginjak kelas 2 SMPN kini putus sekolah karena ekonomi tidak mendukung, hal tersebut terjadi saat ibu tercinta meninggal dunia. Sejak itu pula, Samsul jadi anak yatim.

Peristiwa tersebut mengguncang kehidupan keluarganya, karena melihat tulang punggung ayahnya di nilai sudah tidak mampu menafkahi kehidupan adik dan kakaknya dari 4 Sodara , berat baginya untuk sekolah sehingga dia pun dan adik dan kakaknya semuanya putus sekolah.

Kehadiran dan juga perhatian dari pemerintah Desa, dinas pendidikan, dinas sosial, dan pemerintah Daerah sangat di butuhkan di kehidupan keluarga Samsul Ramadan untuk membantu kesulitan yang di alami keluarga Samsul. Selasa 14/05/2024.

Samsul Rahmadan saat di konfirmasi menjelaskan bahwa pada saat ibu masih hidup adik dan kakak masih sekolah semua tapi saat ibu meninggal dunia, perekonomian keluarga tidak setabil, karena ibu salah satu Tulung punggung ekonomi keluarga sedangkan ayah kerjanya tidak menentu kadang kerja kuli bangunan dan apa saja yang menghasilkan uang.

Saat ini ayah kerja di Kalimantan tapi belum ada kabar, dan kesibukan ku saat ini belajar panjat tebing melalui Mahameru Climbing Club (MCC) Indramayu dengan gratis dan alkamdulilah kemaren juara 2 tingkat SMP mengalahkan tim panjat tebing Cirebon, Kuningan, Majalengka.

“Saya dulu sekolah di SMPN 4 Sindang Indramayu dan putus sekolah saat menginjak kelas 2 di karena keluarga saya tidak punya biaya untuk melanjutkan sekolah,” ucapnya.

Lanjutnya, emang pada saat itu dari pihak guru SMPN 4 Sindang Indramayu datang agar sekolah kembali, tapi kondisi dan situasi keluarga tidak mendukung di perekonomian dengan keputusan yang sangat berat memutuskan untuk berhenti sekolah.

“Pada saat ini sebenarnya saya ingin melanjutkan sekolah kembali tapi saya tidak punya biaya dan perlengkapan sekolah seperti baju dan sepatu,” terangnya.